Sunday, January 15, 2017

WE ARE BIG FAMILY FACULTY OF ENGLISH EDUCATION



   
We had been since first semester, spent time together, with sad ,emotion, happy, laugh, jokes, tease and argument. But everything we can solve the problem without any troble. I still remembered when I followed Oscar program, we do know one another, after separated by committee of oscar, we knew each another, that time we still embarrassed, still selfish. Then after oscar program had finished, so we tryed to acquaintance ourselve. Day by day, month by month, we do not feel time run very fast, now we will at second semester, actually, I am not willing to leave you guys. I wanna always together, talk about our life, or our future. Guys time is running very fast, do not spend your time without do nothing, we should share our experience, keep our friends fell comfortable, and keep our class clean as castle, do not ever make your friend leave you alone. I am nothing without you my friend. You are make me self confidence, and charmed, I fortunated had friend as you guys, funny, amusing but still smart and serious. I got many knowledge from my lovely faculty of education english. Because of you my friend, my live mean something, i feel deffirent when I spend time with you and together. Please do not ever hurt your friend, let keep our friend comfort with us, if you guys have a problem, please solve the problem without troble. I hope we can always be together, with smile and happy. Hidup PBI and hidup FBS.

                

Thursday, January 12, 2017

Bapak seorang pahlawan

Add caption
Bapak adalah seorang yang aku kenal sejak kecil. Setelah aku terlahir ke dunia, aku hanya bisa mendengar suara di sekitarku dan merasakan sentuhan lembut dari si penjagaku. Aku hanya bisa menangis mintak di sentuh dan mintak ibuku menyusui aku. Aku bagaikan raja pada waktu itu, aku tak menghiraukan apa yang terjadi di sekitarku, aku tak peduli walau sang penjagaku sudah lesuh dan tak berdaya, tapi memaksa mereka untuk menjagaku. Dua bulan sudah aku beranjak, aku mulai bisa menatap remang-remang  orang –orang di sekelilingku. Walau masih belum jelas namun tubuh ini semakin bisa merasakan sentuhan orang-orang yang menjagaku, terkadang lembut, terkadang kasar waktu menyetuhku. Tapi itu semua tak kuhiraukan sampai aku benar-benar bisa melihat, waktu itu sosok perkasa mengajakku bermain, wajahnya yang dulu hanya bisa aku rasakan sentuhannya, sekarang aku bisa melihat dengan mata indraku sendiri, yang dulu aku hanya bisa mendengar suaranya dan membuat aku bertanya-tanya, suara siapa ini? Kini aku bisa mengenalinya. Tatapanya begitu tajam dan tangannya begitu kekar wajahnya garang tapi bermakna. Dia selalu memberiku mainan, walau aku tidak begitu mengerti , apa dan untuk apa mainan itu. Dia juga yang membersihkan kotoran yang menempel di badanku tanpa jijik, tanpa menghiraukan kedaan siang atau malam, walau dia seharian menafkahi keluargaku, tetepi sosok bapak masih mengutamakan keluarga. Setelah aku beranjak dewasa, sosok bapak masih sabar menemaniku, menjagaku, merawatku, mendidikku, supaya jadi manusia tangguh. Bapak membantuku menjadi seorang yang perkasa, siap menghadapi tantangan, kau berikan kasih sayangmu secara tulus tampa pamrih, kau peras keringatmu agar keluargamu bisa tetap menatap indahnya dunia, kau tidak malu walau sekelilingmu bicara seperti  gelegarnya halilintar, kau tetap semangat  menerjang badai di hadapanmu, debu yang menempel di tubuhmu tak pernah hilang walau air hujan mengguyur. Bapak kaulah pahlawanku, kaulah pahlawan keluarga, kau satukan kami dengan semangatmu, cintamu tak pernah pudar, walaupun badanmu di telan bumi. Bapak tidak terasa sudah kau meninggalkan aku, waktu berjalan dengan cepat, 12 tahun begitu cepat pergi, tapi semangatmu masih aku rasakan, sentuhanmu masih terasa di dekapku. Bapak  bibir ini selalu melawatkan doa-doa buat mu. Bapak, tidur yang nyenyak di tempat yang indahmu, aku akan menjaga keluarga kita, selalu ingat pesan-pesanmu. Bapak , hidup ini singkat dan kita semua akan seperti yang kau alami. Surga menantimu. Jangan takut soal kami, aku aku akan meneruskan cita-citamu. Rasakan di hatimu secebis kasihku yang kian merinduimu biar kau tiada di mataku tapi kau bersama penciptaku juga penciptamu yang menjanjikan pertemuan mu dengan ku di surga milik Yang satu.  

Wednesday, January 11, 2017

SECRET OF LOVE

We  never  know  when  love  came  and  leave, but  we can understand when love gave  signal.
Some time  we  can not realize, because  love  gave us energy to became stronger wolk on in our live.
We can not  find  what is meaning love,we  can find from ourselves,we can feel it, we can taste it.
Do not ever blame love when love gave you test in your live,when you feel happy, laugh, enjoy, and even love gave you feel sad, mad, jealous, angry. But you will be forceful to face the world.Now let’s we share love to anyone with peace.don’t ever hurt love,because love never make hurt to anyone, love just gave peace, tranquility and composure. Now let’s live with peace, show love to the world, live freedom. Love…NEVER  DIE…!

A Exciting Examination



Today 11-01-2017, I finished my examination with my class mate. we got test outside, this my new experience, because I have not been done before. I thought excited, examination outside deffirent when we got excam in side the room. study out side is more fun than in side, more relaxed and enjoyed. We spent time together at Kebon Ratu, Jombang. Times were running very fast, we depature from our Campus at 07.00 in the morning. But I rode my motorcycle with my friend. My fisrt examination was writting with Miss. Nailul, and I continue second examination with Miss. Irta, was speaking.  everything were going well. I hope we should sometime study out side, more close with nature. And I saw my friend enjoyed and they were happy, and good opportunity close with anothers friend. Than before we leave Kebon Ratu, we took photo together, these moments unforgotten moments. I said" thank you for all lecture who has given knowledge and times, with patient and never tired. Your services will not be replaced by anything.Because your knowledge more important. I hopes in the second semesters we can meet again and with deffirent place.

MENELUSURI JEJAK PARA WALI

Hari senin, 02- January- 2017, satu hari setelah ku pijakkan kakiku di awal tahun. Keluarga besar  (EEC) yang sudah membesarkanku, mengajakku ke suatu tempat yang mana di sana tempat-tempat para Wallillulloh tidur hanya sementara. Tepat pukul 07.00 pagi kami berangkat. Tujuan pertama ke Sunan Ampel, terletak di Surabaya, sebelum sampai di tujuan, sedikit aku membagi pengalaman di saat perjalanan ke Surabaya. karena ini pergi rombongan, ya asik-asik aja. Rute yang di tempuh, Jombang-Mojoagung-Mojokerto-Krian(Bay pass)- Medaeng- lewat toll Gresik, tapi bukan ke arah Gersik melainkan lurus ke tempat Sunan Ampel, maaf di sini aku tidak bisamengasih rute sebenarnya, karena waktu itu aku tidur.
Sesampai di Surabaya, Bus yang kutumpangi parkir agak jauh dari makam Sunan Ampel, kami berjalan dari tempat parkiran ke makam Sunan Ampel kira-kira 500 meter.di setiap perjalanan ke makam Sunan Ampel, banyak pedagang menjajakan beraneka ragam makanan dan oleh-oleh khas Sunan Ampel, kebanyakan dari Madura. Beserta rombongan aku masuk ke pemakaman Sunan Ampel, di dalam Makam banyak peziarah berdoa. Laki-laki, perempuan, tua muda, besar ,kecil, jadi satu dalam tujuan yang sama. Tak lama sekitar 45 menit kita menghabiskan waktu di Sunan Ampel, rombongan dan aku menuju ke tempat parkiran bus semula. Terus kita melanjutkan perjalanan ke Sunan Giri di Gresik. Sekitar 1 jam kita menuju ke tempat Makam Sunan Giri. Di setiap perjalanan aku sedikit merasa mual tapi aku coba bertahan, pikirku nanti kalau sudah tiba di tempat, setelah Bus parkir, rombongan turun, dari arah berlawanan, aku mendengar pengeras suara” ojek-ojek-ojek, di samping ojek ada delman, mereka saling berebut untuk mendapatkan hati kami, para ojek menawarkan 3000/orang bisa dua          orang. Kalau Delman menawarkan 5000/orang                 .
 Kita berunding agak alot. Akhirnya ada yang naik delman dan ada yang naik ojek. Disinilah cerita menurutku lucu, karena delman yang di naiki ibu-ibu kurang satu orang, akhirnya ibu-ibu memanggilku, dengan terpaksa aku iyakan ajakan ibu-ibu. Aku tau kalau aku akan duduk di deket pak kusir, otomatis di belakang Kuda, pertama naik, aku merasa sudah mual, tadi sudah mual ini di tambah baunya Kuda, ampun… pesing, asin, gimana gitu, aku mau nutupin hidungku, aku ngak enak sama pak kusir, kalau ngak di tutupi baunya sangat menyengat. Akhirmya aku tahan hidungku tanpa tangan. Akhirnya sampai juga di tujuan, tempat Sunan Drajat lumanyan tinggi, karena butuh naik tangga untuk mencapai makam Sunan Drajat. Seperti biasa, kami mengisih daftar hadir  lalu antri masuk ke makam Sunan Drajat. Lumanyan banyak yang berziarah waktu itu. Kami menghabiskan 30 menit dan kembali ke parkir di mana Bus yang kita tumpangi di parkir. Di sini ada kelucuan, karena aku ketinggal oleh rombonganku, akhirnya aku di telpon mereka sudah di dalam Bus, aku kembali ke parkir naik ojek, dan kita melanjutkan ke Maulana Ibrahim Asmoro Qondi, yaitu ayah dari Sunan Ampel, cikal bakal adanya Wali Songo. Kami menghabiskan waktu satu jam di situ, karena kita mengerjakan sholat dulu dan istirahat. Setelah itu kita melanjutkan ke tempat tujuan terakhir, yaitu ke makam Sunan Bonang. Kami menghabiskan waktu 30 menit dan kita melanjutkan perjalanan pulang. Alhamdullilah semua perjalanan ke tempat para Sunan berjalan lancar. Dari selama perjalanan yang saya jalanin, banyak pelajaran yang saya peroleh, bagaimana para wali menyebarkan agama islam di pulau jawa. Sedangkan waktu itu pulau jawa beragama Hindu dan Budha. Dengan kesabaran dan kecerdasan yang di miliki para wali, dikit demi sedikit orang-orang simpatik dengan ajaran yang di ajarkan oleh para wali. Karena pada dasarnya Islam adalah agama perdamaian, cinta sesame, tidak memandang dari mana asal dan warna kulit. Karena Alloh menciptakan manusia untuk saling menyayangi, bukan saling menyakiti atau membunuh salah satu dengan yang lain. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf bila ada tulisan yang salah. Dan terimakasih.  

Thursday, January 5, 2017

Travel with Study





Today, 05-01-2017, at 07.00 a clock in the morning, my friends and I went to Museum in Trowulan, Mojokerto. Faculty of English education has planed since two weeks ago, with our lecture Mr. Nurdin, he gave idea for us to study out side class room, he gave us free choose for finding a place. Then we discussion about a place, we have two places to choose, the first place: Museum, and second: sculpture of Budha’s sleep. But we have chosen Museum. We went to Museum in Trowulan by Unipdu’s bus and with 25 students. I’m feel happy, because this agenda the first time for me go out with my friends, we just taken 30menute to Museum.
When, we arrived at Museum, the Museum didn’t open yet. So we changed our plane, we discussion and open our agenda, and Mr. Nurdin gave instruction describe anything in side the Museum and wrote, or took photo and retell with our own language. They were two groups, then we continued our agenda. When I went to in side the Museum, there’s many thing, I amazed when I saw many relics from Mojopahit’s Empire, while, I took 4-5 picture of sculpture. These pictures I will make  Story. Mojopahit’s Empire was big Empire in ASEAN.
They are many relics and temples. When Mojopahit hold the power, all subjugated territory states and countries, they are afraid of Mojopahit’s Empire. And for communication, Mojopahit use ancient Java language.
Then livelihoods small society, they are two kinds of livelihoods, fisrt: religious activities: includes, prayer, build, take care of  environment, sacred buildings. Second: general activities includes: agriculture, farm, craft, trade, cruise, the arts, and mutual or helps the others. The collapse of the Majapahit Kingdom The collapse of the Majapahit Kingdom as a result of civil war between Wirabhumi against Wikramawardhana in years 1405-1406 M. In addition, the change of the king who became a debate in the 1450s and the massive uprising in tahun1468 M by a nobleman. Majapahit kingdom suffered a setback in the late 14th century and early 15th century.
     The name of the king of Mojopahit
           1.      Kertajasa Jawardhana atau Raden Wijaya (1293 – 1309)
           2.      Raja Jayanegara (1309-1328)
                                     3.      Tribuwana Tunggadewi (1328 – 1350)
                                     4.      Hayam Wuruk (1350-1389)
                                     5.      Wikramawardhana (1389-1429)
                                     6.      Suhita
                                     7.      Kertawijaya
                                     8.      Rajasa Wardhana
                                     9.      Purwawisesa
                                     10.  Brawijaya V
 Mojopahit’s building has vanish, no one can find where has building to be, researcher just found temple, archa, and statue. In Trowulan area there are many place relicts can found by finder. I took picture of place entrenchment, brick foundation of building. And still many heritage from Mojopahit’s Empire. That’s all my writing, please forgive me if my wrote has many mistake, I hopes in the future I will make it be better. Thanks for read, I hope you enjoyed.                                     

Sunday, January 1, 2017

Grab a beam of rays

                                      
Just as step on the my feet in the end of the years, I unknowingly had left so many memories of bitter, sweet, sour, salty unto one packaging. I stand with my feet, looking far into the future, can I embrac ? my mouth was locked, my hands were chained, my ears blocked, by a waffle pique. Can I step my feet now? There is already a great expectations await for us to accomplish. I try to be strong handling my hand, I pried the body runs, though my feet are not able to keep me company. I keep forcing them. because I know, great expectations are already there in plain sight. I wanted to grab it with two hands. I don't care what happens, I'm just concerned with my aspiration. 2017 I'm coming to see you, don't go to far. Although heavy grabbed your rays but I still have a spirit and the persistence.