Wednesday, January 11, 2017

SECRET OF LOVE

We  never  know  when  love  came  and  leave, but  we can understand when love gave  signal.
Some time  we  can not realize, because  love  gave us energy to became stronger wolk on in our live.
We can not  find  what is meaning love,we  can find from ourselves,we can feel it, we can taste it.
Do not ever blame love when love gave you test in your live,when you feel happy, laugh, enjoy, and even love gave you feel sad, mad, jealous, angry. But you will be forceful to face the world.Now let’s we share love to anyone with peace.don’t ever hurt love,because love never make hurt to anyone, love just gave peace, tranquility and composure. Now let’s live with peace, show love to the world, live freedom. Love…NEVER  DIE…!

A Exciting Examination



Today 11-01-2017, I finished my examination with my class mate. we got test outside, this my new experience, because I have not been done before. I thought excited, examination outside deffirent when we got excam in side the room. study out side is more fun than in side, more relaxed and enjoyed. We spent time together at Kebon Ratu, Jombang. Times were running very fast, we depature from our Campus at 07.00 in the morning. But I rode my motorcycle with my friend. My fisrt examination was writting with Miss. Nailul, and I continue second examination with Miss. Irta, was speaking.  everything were going well. I hope we should sometime study out side, more close with nature. And I saw my friend enjoyed and they were happy, and good opportunity close with anothers friend. Than before we leave Kebon Ratu, we took photo together, these moments unforgotten moments. I said" thank you for all lecture who has given knowledge and times, with patient and never tired. Your services will not be replaced by anything.Because your knowledge more important. I hopes in the second semesters we can meet again and with deffirent place.

MENELUSURI JEJAK PARA WALI

Hari senin, 02- January- 2017, satu hari setelah ku pijakkan kakiku di awal tahun. Keluarga besar  (EEC) yang sudah membesarkanku, mengajakku ke suatu tempat yang mana di sana tempat-tempat para Wallillulloh tidur hanya sementara. Tepat pukul 07.00 pagi kami berangkat. Tujuan pertama ke Sunan Ampel, terletak di Surabaya, sebelum sampai di tujuan, sedikit aku membagi pengalaman di saat perjalanan ke Surabaya. karena ini pergi rombongan, ya asik-asik aja. Rute yang di tempuh, Jombang-Mojoagung-Mojokerto-Krian(Bay pass)- Medaeng- lewat toll Gresik, tapi bukan ke arah Gersik melainkan lurus ke tempat Sunan Ampel, maaf di sini aku tidak bisamengasih rute sebenarnya, karena waktu itu aku tidur.
Sesampai di Surabaya, Bus yang kutumpangi parkir agak jauh dari makam Sunan Ampel, kami berjalan dari tempat parkiran ke makam Sunan Ampel kira-kira 500 meter.di setiap perjalanan ke makam Sunan Ampel, banyak pedagang menjajakan beraneka ragam makanan dan oleh-oleh khas Sunan Ampel, kebanyakan dari Madura. Beserta rombongan aku masuk ke pemakaman Sunan Ampel, di dalam Makam banyak peziarah berdoa. Laki-laki, perempuan, tua muda, besar ,kecil, jadi satu dalam tujuan yang sama. Tak lama sekitar 45 menit kita menghabiskan waktu di Sunan Ampel, rombongan dan aku menuju ke tempat parkiran bus semula. Terus kita melanjutkan perjalanan ke Sunan Giri di Gresik. Sekitar 1 jam kita menuju ke tempat Makam Sunan Giri. Di setiap perjalanan aku sedikit merasa mual tapi aku coba bertahan, pikirku nanti kalau sudah tiba di tempat, setelah Bus parkir, rombongan turun, dari arah berlawanan, aku mendengar pengeras suara” ojek-ojek-ojek, di samping ojek ada delman, mereka saling berebut untuk mendapatkan hati kami, para ojek menawarkan 3000/orang bisa dua          orang. Kalau Delman menawarkan 5000/orang                 .
 Kita berunding agak alot. Akhirnya ada yang naik delman dan ada yang naik ojek. Disinilah cerita menurutku lucu, karena delman yang di naiki ibu-ibu kurang satu orang, akhirnya ibu-ibu memanggilku, dengan terpaksa aku iyakan ajakan ibu-ibu. Aku tau kalau aku akan duduk di deket pak kusir, otomatis di belakang Kuda, pertama naik, aku merasa sudah mual, tadi sudah mual ini di tambah baunya Kuda, ampun… pesing, asin, gimana gitu, aku mau nutupin hidungku, aku ngak enak sama pak kusir, kalau ngak di tutupi baunya sangat menyengat. Akhirmya aku tahan hidungku tanpa tangan. Akhirnya sampai juga di tujuan, tempat Sunan Drajat lumanyan tinggi, karena butuh naik tangga untuk mencapai makam Sunan Drajat. Seperti biasa, kami mengisih daftar hadir  lalu antri masuk ke makam Sunan Drajat. Lumanyan banyak yang berziarah waktu itu. Kami menghabiskan 30 menit dan kembali ke parkir di mana Bus yang kita tumpangi di parkir. Di sini ada kelucuan, karena aku ketinggal oleh rombonganku, akhirnya aku di telpon mereka sudah di dalam Bus, aku kembali ke parkir naik ojek, dan kita melanjutkan ke Maulana Ibrahim Asmoro Qondi, yaitu ayah dari Sunan Ampel, cikal bakal adanya Wali Songo. Kami menghabiskan waktu satu jam di situ, karena kita mengerjakan sholat dulu dan istirahat. Setelah itu kita melanjutkan ke tempat tujuan terakhir, yaitu ke makam Sunan Bonang. Kami menghabiskan waktu 30 menit dan kita melanjutkan perjalanan pulang. Alhamdullilah semua perjalanan ke tempat para Sunan berjalan lancar. Dari selama perjalanan yang saya jalanin, banyak pelajaran yang saya peroleh, bagaimana para wali menyebarkan agama islam di pulau jawa. Sedangkan waktu itu pulau jawa beragama Hindu dan Budha. Dengan kesabaran dan kecerdasan yang di miliki para wali, dikit demi sedikit orang-orang simpatik dengan ajaran yang di ajarkan oleh para wali. Karena pada dasarnya Islam adalah agama perdamaian, cinta sesame, tidak memandang dari mana asal dan warna kulit. Karena Alloh menciptakan manusia untuk saling menyayangi, bukan saling menyakiti atau membunuh salah satu dengan yang lain. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf bila ada tulisan yang salah. Dan terimakasih.  

Thursday, January 5, 2017

Travel with Study





Today, 05-01-2017, at 07.00 a clock in the morning, my friends and I went to Museum in Trowulan, Mojokerto. Faculty of English education has planed since two weeks ago, with our lecture Mr. Nurdin, he gave idea for us to study out side class room, he gave us free choose for finding a place. Then we discussion about a place, we have two places to choose, the first place: Museum, and second: sculpture of Budha’s sleep. But we have chosen Museum. We went to Museum in Trowulan by Unipdu’s bus and with 25 students. I’m feel happy, because this agenda the first time for me go out with my friends, we just taken 30menute to Museum.
When, we arrived at Museum, the Museum didn’t open yet. So we changed our plane, we discussion and open our agenda, and Mr. Nurdin gave instruction describe anything in side the Museum and wrote, or took photo and retell with our own language. They were two groups, then we continued our agenda. When I went to in side the Museum, there’s many thing, I amazed when I saw many relics from Mojopahit’s Empire, while, I took 4-5 picture of sculpture. These pictures I will make  Story. Mojopahit’s Empire was big Empire in ASEAN.
They are many relics and temples. When Mojopahit hold the power, all subjugated territory states and countries, they are afraid of Mojopahit’s Empire. And for communication, Mojopahit use ancient Java language.
Then livelihoods small society, they are two kinds of livelihoods, fisrt: religious activities: includes, prayer, build, take care of  environment, sacred buildings. Second: general activities includes: agriculture, farm, craft, trade, cruise, the arts, and mutual or helps the others. The collapse of the Majapahit Kingdom The collapse of the Majapahit Kingdom as a result of civil war between Wirabhumi against Wikramawardhana in years 1405-1406 M. In addition, the change of the king who became a debate in the 1450s and the massive uprising in tahun1468 M by a nobleman. Majapahit kingdom suffered a setback in the late 14th century and early 15th century.
     The name of the king of Mojopahit
           1.      Kertajasa Jawardhana atau Raden Wijaya (1293 – 1309)
           2.      Raja Jayanegara (1309-1328)
                                     3.      Tribuwana Tunggadewi (1328 – 1350)
                                     4.      Hayam Wuruk (1350-1389)
                                     5.      Wikramawardhana (1389-1429)
                                     6.      Suhita
                                     7.      Kertawijaya
                                     8.      Rajasa Wardhana
                                     9.      Purwawisesa
                                     10.  Brawijaya V
 Mojopahit’s building has vanish, no one can find where has building to be, researcher just found temple, archa, and statue. In Trowulan area there are many place relicts can found by finder. I took picture of place entrenchment, brick foundation of building. And still many heritage from Mojopahit’s Empire. That’s all my writing, please forgive me if my wrote has many mistake, I hopes in the future I will make it be better. Thanks for read, I hope you enjoyed.                                     

Sunday, January 1, 2017

Grab a beam of rays

                                      
Just as step on the my feet in the end of the years, I unknowingly had left so many memories of bitter, sweet, sour, salty unto one packaging. I stand with my feet, looking far into the future, can I embrac ? my mouth was locked, my hands were chained, my ears blocked, by a waffle pique. Can I step my feet now? There is already a great expectations await for us to accomplish. I try to be strong handling my hand, I pried the body runs, though my feet are not able to keep me company. I keep forcing them. because I know, great expectations are already there in plain sight. I wanted to grab it with two hands. I don't care what happens, I'm just concerned with my aspiration. 2017 I'm coming to see you, don't go to far. Although heavy grabbed your rays but I still have a spirit and the persistence.

Saturday, December 31, 2016

SANG PENCARI HARAPAN

                                            
 Tadi malam tepat pukul 20.00 wib, aku bersama tetanggaku menjaga kampoeng. Karena tepat pukul 00.00 tahun akan berganti. Sambil ngobrol kita keliling kampong dengan canda dan tawa, untuk menunggu pergantian tahun, ngopi, ngeteh, tahu solet serta makanan ringan lain menemani malam menuju harapan. Obrolan dengan obrolan berganti topic, sampai politik hingga membicarakan apa kita siap menghadapi tantangan di tahun berikut? Ini topic menarik buat ku, karena topic-topic lain tidak membuatku menggali kebenaran nya. Tapi topic yang satu ini sangat membuat aku penasaran dan ingin mencari tahu. Kami melanjutkan obrolan kita mengenai topic tadi, pukul 23.30 sudah kita tidak terasa termakan waktu, tinggal 30 menit lagi kita akan beranjak ke penghujung tahun, aku sudah ambil intisari dari obrolan kami. Di tahun kemarin memang begitu banyak suka duka yang menghampiri aku. Dari dalam maupun dari luar. Memojokan dan menyudutkanku, seolah-olah akulah yang paling bersalah, aku berusaha menyakinkan mereka dengan harapan mereka mengerti, tapi hasilnya tetep sama, mereka bersikukuh aku harus pergi dari pandangan mereka. Aku hanya bisa berharap keajaiban menyalamiku, merangkulku dengan harapan yang bisa mengeluarkanku dari keadaan yang menguras tenagaku dan otakku. Waktu sudah menuju ke 00.00, aku bergegas mengenadahkan wajahku ke langit, kubiarkan mataku memandangi harapan yang mungkin bisa di raih. Sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu, welcome to the future in 2017. Siap ngak siap aku harus tetap menginjakkan kakiku di tahun serba baru ini. Aku berusaha menyemangati tubuhku, otakku, hatiku, panca indra yang lain, supaya mau bersatu untuk meraih harapan di tahun yang penuh harapan. Aku selalu mengajak otaku dan panca indra yang lain berdiskusi untuk membicarakan,” rencana apa yang akan kita buat untuk tahun harapan?, perselisihan pasti ada, gesekan juga ada, perbedaan tidak bisa terhindarkan, ini bumbu kehidupan yang bisa membuat kita semakin tegar menghadapi segala pergolakan dunia. Kesalahan-kesalahan yang sudak aku buat sampai membuat aku tak ingin bangkit lagi, tapi Sang pencipta menyemangatiku dan memberi aku waktu untuk bangkit dan lebih baik. 2017 adalah harapanku, lebih baik, lebih kuat, lebih fun dan lebih hati-hati. 2017 ku jejakkan kakiku untuk melangkah. Aku mempunyai 365 kesempatan, 12 harapan dan 20 kesuksesan, 17 impian. Tangan ini sudah tak sabar meraihmu, mata ini tak kuasa menatap mu, telinga ini ingin mendengar tawamu, hidung ini ingin mencium aroma mu, tubuh ini ingin mendekap mu, kaki ini ingin selalu mendapingimu ke manapun kau pergi. 2017 jangan kau pergi jauh-jauh, aku ingin 2017 sebagai temenku, sahabatku, keluargaku, aku ingin 2017 bersama-sama,aku ingin bersama 2017 365 kesempatan lagi. Aku gantungkan harapanku pada 2017, aku ingin 2017 membantuku meraih cita-citaku. Terimaksih, semoga engkau sabar menemaniku sampai 12 bulan ke depan. Harapan di tahun 2017.  

Friday, December 30, 2016

MENEPIS KERAGUAN

                                                    
Kamis Pagi pukul 9.30 bulan Desember 2016, aku masuk ruangan sebelah dan mengambil duduk dekat orang yang baru aku lihat, aku duduk tanpa berkata apa-apa, sesekali aku melihat temenku mengobrol dengan temen di dekatnya, aku sibuk mengecek Cell phone ku mungkin ada kabar, tak lama kemuadian seorang temen mengahampiriku dan berkata,” Pak boleh pinjem laptopnya? Aku mengiyakan dia. Lalu aku ambil laptoku dan  kasih ke orang yang baru aku kenal. Orang itu berkata,” terimakasih pak.” Aku jawab dengan suara sopan,” sama-sama.” Dengan kebingunganku aku kembali ke tempat dudukku semula. Tak lama dosen yang selalu memberiku semangat datang ke ruangan kita kumpul. Dia senyum dan aku balas dengan senyum yang sopan. Dan dosenku mendekati orang asing itu, entah apa yang mereka bicarakan, tak lama kemudian dosenku pergi sambil meberiku semangat, “ teruskan pak.” Dosenku bilang sama aku. Dan akhirnya orang itu membuka acara yang aku belum tau, apa acara ini? Sambil kusimak cara dia menyampaikan acara yang di mulai. Orang asing ini langsung memberi pilihan game atau pembahasan cara penulisan? Temen-temen pada pilih  game, well…. Orang asing td menyuruh  temen-temen dan saya untuk menutup mata, aku semakin tak mengerti apa maksudnya? Dengan perasaan masih bergejolak di pikiranku, aku turuti perintahnya. Aku mulai menutup mataku sampai ada intruksi dari orang asing itu. Mulaila orang asing membagikan sesuatu kepada temen-temen dan aku, dengan keadaan mata masih tertutup, orang asing itu menyuruh mengirah-ngira benda yang ada di tanganku, aku merasa benda itu lembek dan datar,tp di sisi lain ada benjolan, semakin membuat aku penasaran, lalu orang asing itu menyuruh mendekatkan benda itu ketelingaku, semakin tak ku mengerti apa maksudnya, tp dengan berat hati aku lakukan perintahnya, setelah aku dekatkan benda itu ke telingaku, sama sekali tak ada suara dari benda yang aku pegang, dengan rasa tak puas aku dekatkan lagi benda itu lebih dekat ke telingaku, hasilnya sama, tak ada suara apapun, hanya rontokan kecil yang berasal dari benda itu. Lalu orang asing itu memberi kode supaya mendekatkan benda itu ke hidungku, masih mata dalam keadaan tertutup, pikiranku semakin penasaran, apa yang orang asing ini mau? Dalam hatiku berkata,” ini yang terakhir.”  Setelah kudekatkan benda itu ke hidungku, aku kaget, bau dari benda itu tidak asing bagiku, punya aroma yang begitu menggoda, coffee, chocolate, ada asinya, eeeemmmmm yummy. Dan orang asing itu menyuruh memakan benda yang aku pegang dari tadi. Tanpa menghiraukan sekelilingku, aku santap benda yang ada di tangan kananku dengan lahap, hasilnya waooohh… yummy,setelah habis aku makan, orang asing itu menyuruh membuka mataku dan temen-temen, orang asing hanya tersenyum setelah kami buka mata kami. Orang asing bertanya,” gimana enak? Jawaban kita,” lezat, kurang kak, kata temen-temen…,” dengan masih tersenyum, orang asing berkata ,” iya ,” simple banget. Selanjutnya orang asing menyuruh kita untuk menulis di sebuah kertas, apa yang sudah kita makan tadi, dari pertama, cara kita memegang, mendekatkan ke telinga, dan mendekatkan ke hidung kita, dengan bahasa kita sendiri, kata orang asing ini. Aku lakukan perintahnya, aku tulis sebisaku  apa yang kualami barusan, alhasil, orang asing ini bertanya ,” siapa yang mau membaca hasil karya nya? Langsung saja aku mengankat tanganku, alhasil orang asing menyuruhku, di samping temen-temen juga mengankat tangan mereka, aku terlebih dulu yang diberi kesempatan membaca, dengan senang hati dan sedikit gemetar, aku baca karyaku, dan temen-temen memberi tepuk tangan. Di situ aku mulai mengerti apa itu menulis dengan panca indra selain melihat, lalu di uraikan ke dalam tulisan. Terimakasih Mr. Lulu dan Mr. Nurdin. Semoga ilmu yang kalian beri bermanfaat bagi kami. Semoga kita bisa mengikuti  jejak kalian, amin.