Teaching English with elementary school Nurul Jadid is my new experiment because I never teach elementary school before. so far everything going well, I prepared a week before and I had practiced with my lecture, it is enough to teach. on December 06, 2017, my group went to Nurul Jadid at 08.10 and my lecture also follows a teaching practice, they will give a result, one small Bus, probably 15 peoples include lecture. 10 peoples divided to become 6 groups, every group has 2 fighters, but for me, I,m the single fighter, I,m alone teaching in 3 great. Mr. Adi was my judge, that time I have 55 minutes to teach, I,m nervous when I start to teach, 20 students in my class, lucky me, all students are good students because why...? start beginner to finish the program, all students paid attention, and they so excited join in my class. all material have delivered, and in middle time I ask them to come forward to do exist, if their answer correct, I gave them chocolate and candy. they are so excited to learn the new lesson, they are smart, diligent, clever, enthusiastic and energic. they enjoyed when I teach them, the lesson was delivered to students, they can be followed.
time has run fast, I don't realize when the time finish because I'm so excited to teach them. my lecture has reminded me of the time. I bought 30 chocolates and candies for them. before the class finish, they asked me to take pictures together. 55' minutes have come, I have to finish my teaching, with a heavy heard I leave them, they kept ask me, when will I come teach again? I can't answer that question...I don't have the answer. in my heart" my prayer, I want coming back there to teach". I said I will come again, don't worry, they just gave me small smiled. many knowledge I got from there. thank you, Nurul Jadid, you made me become a strong man. small angel, they teach me how to respect time, patience, hard work, and still many things I can't tell in my writing. I'm not gonna forget for my lectures, because of you I can stand on a front student with confident. don't ever tied teach me, I still, need your guide.
Saturday, December 9, 2017
Sunday, November 19, 2017
INDONESIA KUAT
MENGARTIKAN ARTI KEMERDEKAAN
Indonesia genap berumur 72 tahun,
tidak mudah meraih kemenangan dan kebebasan untuk menghirup udarah di tanah air
sendiri. Para pejuang mempertaruhkan nyawanya untuk merebut hak-haknya yang
telah lama diambil oleh penjajah. Deraian air mata sudah biasa keluar dari mata
pejuang-pejuang Indonesia. Penindasan, pemerkosaan, mengambil secara paksa
hak-hak yang seharusnya milik rakyat, bahkan nyawa rakyat tidak ada harganya.
72
tahun sudah Indonesia menghirup udara kemerdekaan, tapi masih terasa hidup di
tahun sebelum merdeka, bukan Belanda, bukan Jepang, bahkan bukan Protugis yang
menjanjah Bangsa ini, akan tetapi para koruptor-koruptor yang tidak amanah dengan
tugas yang dibebankan kepada mereka. Mereka hanya memikirkan perut dan hawa
napsu, tanpa melihat kesekeliling mereka. Rakyat menjadi bodoh karena kelicikan
mereka, dengan tipu daya yang mereka terapkan untuk menyakinkan rakyat, bahwa
mereka benar. 1000 dibanding 1, banyak omong kosongnya dari pada benarnya.
Kalau
ada pemimpin yang amanah, yang memikirkan rakyat kecil, yang perduli dengan isi
hati rakyat kecil, para penikmat madu langsung berontak, omong sana- omong
sini, menyebarkan berita yang tidak akurat, mencari teman untuk menentang
kepada para pemimpin yang tidak sejalur dengan keinginan mereka. Rakyat kecil
menjadi korbanya, rakyat dibikin bingung dan bimbang. Para koruptor tidak suka
kalau ada pemimpin yang setia kepada rakyat dan memikirkan kesejahteraan rakyat
kecil. Mereka berusaha dengan segala cara untuk menumbangkan kekuasaan yang
sudah berjalan.
Negara
yang besar dengan kemajemukan manusianya dan beragam suku, agama, ras, bahasa
dan banyak tempat yang menghasilkan sumber daya alam, dimana Negara lain tidak
memiliki. Negara lain suka cemburu dengan Indonesia, mereka kepingin negaranya
seperti Indonesia, beragam- ragam tetapi bisa hidup berdampingan. Hal- hal
seperti ini yang jarang disadari oleh para penikmat madu yang kerjaannya hanya
omong kosong. Situasi yang kayak gini yang sering dimanfaatkan oleh Negara lain
untuk masuk menguasai aspek-aspek penting di Indonesia, contohnya sudah banyak
sumber daya alam yang dikuasai oleh Negara lain tanpa ada perlawanan yang kuat,
karena Negara lain tahu bahwa banyak orang-orang yang suka madu tanpa
susah-susah meraihnya.
Kapan
Indonesia dikendalikan oleh pemimpin yang amanah dengan didukung oleh
orang-orang yang mendukungnya, rakyat kecil selalu berdoa agar Indonesia
dipimpin oleh pemimpin yang amanah dan memperhatikan nasip rakyat kecil, tidak
saling menyalahkan satu sama yang lain, rakyat hanya berharap supaya para
pemimpin bergotong royong membangun Indonesia satu, Indonesia yang berdaulat,
Indonesia yang jaya, Indonesia yang makmur, Indonesia yang tidak dipandang
sebelah mata oleh Negara lain. Rakyat siap membantu pemerintah untuk meraih
kesejateraan bersama.
Karena
dengan kebersamaan kita bisa kuat, tanpa memandang asal-usul dan RAS. Kita
hidup dengan satu atap, satu tujuan, satu cita-cita, untuk mewujudkan Indonesia
satu dari sabang sampai merauke. Indonesia satu dengan adanya manusia yang
amanah dan cinta tanah air. 72 tahun banyak kisah yang menyenangkan dan
menyedihkan, jangan memandang kegagalan tetapi pandang kedepan untuk generasi
muda. Bangsa yang kuat karena adanya generasi muda yang unggul yang cinta sama
tanah air.
Mari
sisingkan lengan baju kita untuk gotong royong membangun Indonesia satu.
Indonesia tidak bisa besar tanpa bantuan dari orang-orang yang amanah. Tanamkan
hati kita buat Indonesia, mari kita saling bergandengan tangan, saling perduli,
saling membantu, cintailah tanah kita Indonesia, rawatlah tanah kelahiran kita
Indonesia, jagalah milik kita Indonesia. AKU INDONESIA, AKU PANCASILA, AKU UUD
1945, Dirgahayu indonesiaku, kau tetap jaya seperti Garuda, terbang tinggi
mengapai cakrawala, kami siap menjaga keutuhan NKRI. Merdeka, Merdeka, Merdeka,
semangatmu tidak pernah pudar walaupun ditelan zaman.
Friday, November 3, 2017
Tolerance in Diversity for a world Harmony

From my best opinion, Tolerance
means respecting, appreciating, putting stock in,accepting something different
becomes united, so tolerance is able freedom to anyone to do good thing. Tolerance made human being feel comfort,
tranquility, in the community. Learn about tolerance, give our knowledge about
tolerance to everyone, starting from ourselves and our family. According to
Nina, Jianu (2012), tolerance is accepting and appreciating the rich diversity
of our world’s cultures. Human beings are naturally diverse in many ways –
tolerance means accepting every reasonable way of being human. When did the
word tolerance made its way into human society? In medieval times, such thing
did not exist.


I Propose an
Islamic human right approach, Indonesia is a big country with millions of
Muslims, besides Muslims, there are some different religions, but they can live
side by side regardless of their religious differences, they can help each
other and care for each other. Indonesia is very famous for its hospitality and
helping others. So far Indonesian people already felt peaceful and comfortable
with a variety of differences. According to Barzilia, Gad (2007) Religious toleration means
people allow other people to think or practice other religions and
beliefs. In a country with different official religions, toleration means that
the government guarantee existence and its practice of each religion with them
its area.
Why tolerance is very important? My best answer is:
because tolerance can open the doors of opportunities and increase the chance
for success. A person can find success when someone interacts with the others,
without tolerance people cannot live, because people need other people despite
the differences in skin, religion, wealth and position, country, language,
there are all same. According to Dr. Borbar, Michele (05,Oct,2013) people who lacks self-esteem will treat others badly because
they are not confident about themselves. Learning to respect others begins
with a respect of one’s self, and that is one of the most essential keys to
teaching tolerance to young people. Sometimes, simply being educated about the customs, holidays, and beliefs of other people is
enough to foster tolerance at home. Of course the best way to teach people
tolerance is not through out lectures but through our example. Hatred and
intolerance can be learned, but so too can sensitivity, understanding, empathy,
and tolerance.
From
this program also teaches us chat, this event ASEAN YOUTH interfaith CAMP (AYIC),
we can open our religious awareness to others, Convince people and we cannot
impose our beliefs to the others. From this program The world can see that
various religions, cultures, languages and beliefs can unite. Tolerance among
human beings is needed in everyday life regardless of the difference.
Wednesday, August 16, 2017
MENGARTIKAN ARTI KEMERDEKAAN

Indonesia genap berumur 72 tahun, tidak mudah meraih kemenangan dan kebebasan untuk menghirup udarah di tanah air sendiri. Para pejuang mempertaruhkan nyawanya untuk merebut hak-haknya yang telah lama diambil oleh penjajah. Deraian air mata sudah biasa keluar dari mata pejuang-pejuang Indonesia. Penindasan, pemerkosaan, mengambil secara paksa hak-hak yang seharusnya milik rakyat, bahkan nyawa rakyat tidak ada harganya.
72
tahun sudah Indonesia menghirup udara kemerdekaan, tapi masih terasa hidup di
tahun sebelum merdeka, bukan Belanda, bukan Jepang, bahkan bukan Protugis yang
menjanjah Bangsa ini, akan tetapi para koruptor-koruptor yang tidak amanah dengan
tugas yang dibebankan kepada mereka. Mereka hanya memikirkan perut dan hawa
napsu, tanpa melihat kesekeliling mereka. Rakyat menjadi bodoh karena kelicikan
mereka, dengan tipu daya yang mereka terapkan untuk menyakinkan rakyat, bahwa
mereka benar. 1000 dibanding 1, banyak omong kosongnya dari pada benarnya.
Kalau
ada pemimpin yang amanah, yang memikirkan rakyat kecil, yang perduli dengan isi
hati rakyat kecil, para penikmat madu langsung berontak, omong sana- omong
sini, menyebarkan berita yang tidak akurat, mencari teman untuk menentang
kepada para pemimpin yang tidak sejalur dengan keinginan mereka. Rakyat kecil
menjadi korbanya, rakyat dibikin bingung dan bimbang. Para koruptor tidak suka
kalau ada pemimpin yang setia kepada rakyat dan memikirkan kesejahteraan rakyat
kecil. Mereka berusaha dengan segala cara untuk menumbangkan kekuasaan yang
sudah berjalan.
Negara
yang besar dengan kemajemukan manusianya dan beragam suku, agama, ras, bahasa
dan banyak tempat yang menghasilkan sumber daya alam, dimana Negara lain tidak
memiliki. Negara lain suka cemburu dengan Indonesia, mereka kepingin negaranya
seperti Indonesia, beragam- ragam tetapi bisa hidup berdampingan. Hal- hal
seperti ini yang jarang disadari oleh para penikmat madu yang kerjaannya hanya
omong kosong. Situasi yang kayak gini yang sering dimanfaatkan oleh Negara lain
untuk masuk menguasai aspek-aspek penting di Indonesia, contohnya sudah banyak
sumber daya alam yang dikuasai oleh Negara lain tanpa ada perlawanan yang kuat,
karena Negara lain tahu bahwa banyak orang-orang yang suka madu tanpa
susah-susah meraihnya.
Kapan
Indonesia dikendalikan oleh pemimpin yang amanah dengan didukung oleh
orang-orang yang mendukungnya, rakyat kecil selalu berdoa agar Indonesia
dipimpin oleh pemimpin yang amanah dan memperhatikan nasip rakyat kecil, tidak
saling menyalahkan satu sama yang lain, rakyat hanya berharap supaya para
pemimpin bergotong royong membangun Indonesia satu, Indonesia yang berdaulat,
Indonesia yang jaya, Indonesia yang makmur, Indonesia yang tidak dipandang
sebelah mata oleh Negara lain. Rakyat siap membantu pemerintah untuk meraih
kesejateraan bersama.
Karena
dengan kebersamaan kita bisa kuat, tanpa memandang asal-usul dan RAS. Kita
hidup dengan satu atap, satu tujuan, satu cita-cita, untuk mewujudkan Indonesia
satu dari sabang sampai merauke. Indonesia satu dengan adanya manusia yang
amanah dan cinta tanah air. 72 tahun banyak kisah yang menyenangkan dan
menyedihkan, jangan memandang kegagalan tetapi pandang kedepan untuk generasi
muda. Bangsa yang kuat karena adanya generasi muda yang unggul yang cinta sama
tanah air.
Mari
sisingkan lengan baju kita untuk gotong royong membangun Indonesia satu.
Indonesia tidak bisa besar tanpa bantuan dari orang-orang yang amanah. Tanamkan
hati kita buat Indonesia, mari kita saling bergandengan tangan, saling perduli,
saling membantu, cintailah tanah kita Indonesia, rawatlah tanah kelahiran kita
Indonesia, jagalah milik kita Indonesia. AKU INDONESIA, AKU PANCASILA, AKU UUD
1945, Dirgahayu indonesiaku, kau tetap jaya seperti Garuda, terbang tinggi
mengapai cakrawala, kami siap menjaga keutuhan NKRI. Merdeka, Merdeka, Merdeka,
semangatmu tidak pernah pudar walaupun ditelan zaman.
Saturday, June 17, 2017
My trip has change my live
August, 15, 1995, that time start
for face the future. Let’s begin, on 1995 my graduated from high school, my
dream is continue to study in University, but my parents said: if you want
continue your study, you must pay your study by yourself. That time, I confused
what should I do? I have no idea, because I don’t have any experience or skill
for work. After 3 months running, my parents bough new taxi ( angkutan ). The
direction is Mojoagung to Wonosalam. My father asked me to help him, well… I
work with my father more lest 1.5 year. That time to make money a very easy,
Indonesia’s economy increased, for me working with my father is new experience
and acquire, he teaching me a lot of new knowledge, for example, must respect
to another people, treating humans equally regardless of status, stay humble,
don’t be arrogant, etc.
One year and half, I worked
with my father and learn from him a lot of experience. By the time, I met my
neighbor, my neighbor work send people to another country, like Malaysia, Arab
Saudi, Taiwan. Then we have a good conversation in his house. He asked me, do
you want work abroad? Working in abroad? I said, yes, working in America. But I
can’t speak English, I said. Well… don’t worry, I will help you, English is
easy, I got the Visa you just make passport, ok then I will ask permission to
my parents, America is far, it’s not near, good, you can go see your parents.
My parents and I have conversation, dad and mam, I want ask permission, I said,
what do you want? Eemmm, I will look for job in America…! What, excuse me, you
will work in America, are you sure about that? My father said, because you have
problem with your healthy, your asthma, your body, it’s not 100% good, are you
sure, you can work in America? I will try dad, if I get problem with my
healthy, I will go back home, I said. Well ok than, up to you now, your parents
can only pray for your success, my mother said.
Tree
months study English in Bali. Before I went to Bali, I have funny moment, this
about speaking English. My neighbor: Dik, can you speak English?
Didik : no, I can’t speak English. I can spoke
English just little.
My neighbor: don’t you worry dik,
I will helps you, but you must study hard too, if you can speak English, you
will get better job and good salary.
Didik: ok Mr, I will study
hard.
And
also my parents gave idea to study in Bali, well this opportunity I have to
take, because that is not ganna happen second time.
My
dad: dik, when will you go to America?
Didik:
as long as I got passport and visa plus ticket, I will go dad.
My
dad: how many percent did you speak English?
Didik:
I have no idea dad, maybe 20% or 25%, but I still not confidence to talk. If I
take English course, that will took long time, because I have six months
preparations my document, so I have Tree months for study.
My
dad: ok than, I have friend how can help you, he live in Denpasar Bali, but you
must stay in his house, he will give you idea, he has many good friends can spoke
English, from there you learn.
Didik:
brilliant idea dad, I love that, I want study hard when I get in Bali. Thank
you very much dad.
My
dad: you are welcome, we are your parents always pray for your success.
Several
months I stay in Bali, but I’m not stay in my father’s friend, I’m stay in my
father friend family, because his house near Kuta Beach, just took half hour by
bicycle. I like stay in Bali, people are respect and friendly, every day I went
to kuta beach for met native speaker. It is not easy to ask native speaker talk
to me, because they don’t like with someone who they don’t know them, strange
people, they keep way from me, even though I said nice to them.
Didik: excuse me, can I
speak with you?
Native
speaker: yes, please…may I help you?
From these conversation with native speaker I
confused and don’t understand what they said. That time I had been spoken with
couple native speaker, I’m little nervous when I talk with them. We star talk
slowly because they know it if I can’t speaking English. For beginning, they
ask my name, where am I from? Where do I live in Bali, how many family do I
have? Why I interest study English? That’s many question they ask, I can just
answer what I have understand, if some question I can’t answer, they help me to
answer. I met a few native speakers, they from different country around the
world, example, Australia, America, New Zealand, England, Canada, China, etc.
but a lot of Australian life in Bali, they said, Bali is my second home town, fly
from Bali to Australia just 4 hours, it’s not need long fly. Tree month passed,
I have go back to my home town, because that has a lot something to do must be
done.
Tree
days after returned from Bali, immediately I go to my friend’s house for ask
what’s next? Than my friend ask me to make passport and health check up
continue go to America embassy in Jakarta.
My
neighbor: dik you must make passport than health check up, finish that we will
go to America embassy in Jakarta, get ready for your money, maybe 5 millions
rupiah.
Didik:
ok than, I will ask my parents, thank you for the information.
My
neighbor: you are welcome and don’t forget brings nice clothes for interview in
America embassy.
Five days later, I got the passport
and health check up and the others document, my neighbor and I went to Jakarta
for interview, just like I hope, everything goes well as I expected. I got visa
for 5 years, I’m so happy that time, because America’s Visa is very difficult.
Anyway my friend and I arrived in John F Kennedy airport on August 1998, than
my others friend picked me up to the his house at New jersey, need 1 hour for
drove the car from New York to New Jersey. I stayed in his house a few weeks,
after that I went to Boston for worked, my jobs is dishwasher, example, clean
all dish, clean Dining room, mans room and woman room. And also I help chef for
preparation to cook. Well, I’m do this job 3.5 years, I love this job, because
I’m working with good people and different country, they from China, Korea,
Japan, Mexico, and America. Worked with them made me become the man, they
teaching a lot of new experience and knowledge, of course English.
Since
I stayed in America, I got knowledge from good people when I worked with them,
because of them I can speak good English. America for me is the best country,
they have good place for living and good education, it is better living with
family. If you got American resident, you get good life, for example, if you
sick, you can got free changer from hospital and free changer for education,
start from kindergarten, elementary school, junior high school, senior high
school, and University. In America, there a lot of people from different
culture and religion, they can live together. I knew almost every country in
this world hate American, because America always made the others country
disaster, they want every county in this earth follow them. America want
control everything, they want become the bigger country on the world.
But
different with me when I live for a few years in America, it good, awesome,
talking about American, they have good respect to the others, friendly to
anyone. And America has four season, winter, autumn, summer, spring. About
food, this country gave many different menu, start from cheap food until high
class, for cheap food, hotdog, hamburger, fish and chips, and for high class
food, steak, salmon, Italian food, etc. depends on your money. Especially
restaurant who served fast food, like as, Mc Donald, Burger King, pizza, etc.
you can pay 5 or 10 dollars/ order plus drink. For soft drink you can get 6
cans for 1.99 cents, product from coca-cola, Pepsi. America still number one
for live.
That’s all my little story, I hope this can
help you to decide or preparation when you want trip to America. But before you
go to America, your English must good, not only money, but speaking skill also
very important. As long as your English good, you can have good life. Thank you
for watching my video, even though this scrip not like in video, but I hope can
help you what the meaning in the video. Please give comment, I do apologize for
my pronunciation not as hopeless, but I will try do my best for the next video.
Thank you and have nice day.
Tuesday, April 25, 2017
MELIHAT TANPA MATA
Kita tanpa sadar sering melakukan hal diluar batas, tanpa menghiraukan di sekeliling kita, kita sering mengelukan apa yang terjadi tidak pernah puas dengan apa yang kita alami. kita sering menyalahkan catatan takdir, kita ingin mengubah kehendaknya semau kita, sedangkan kita tidak pernah menyadari kita tidak mempunyai kekuatan, kita hanya makhluk ciptaannya, kita tidak bisa merubah tulisan yang sudah ada sebelum kita berada didunia, kita hanya bisa berusaha dan memohon kepadanya, jangan berusaha melawan arus, ingatlah Dia ada di sekeliling kita di setiap langkah kaki kita. kejadian yang kita alami setiap detik tidak sama dengan kejadian yang sudah berlalu, Dia yang punya rencana bukan kita yang merencanakan. ini sedikit contoh cerita yang pernah saya dengar dari sang guru:
M: Tuhan boleh aku minta sesuatu ?
T : Tentu, silakan mau minta apa?
M: Tapi janji ya, engkau tidak marah?
T : Iya aku janji.
M; Kenapa Engkau biarkan hal buruk menimpa ku hari ini?
T: Apa maksudmu?
M: Aku bangun terlambat.
T; ya, trus.
M: Sepeda ku mogok butuh waktu lama untuk menyalakan mesin nya .
T: Okey, trus
M:Pizza yang aku pesan tidak seperti harapan ku, sehingga aku malas untuk memakan nya.
T: emmmm, trus?
M: Dijalan pulang HP ku tiba-tiba mati, saat aku berbisnis besar.
T: Benar trus.
M; Sudah ya tuhan
T: Biar aku jelaskan, ada malaikat kematian pagi tadi, dan aku mengirimkan malaikat ku untuk berperang melawan nya, agar tidak ada hal buruk terjadi padamu.
T : Ku biarkan kamu tidur disaat itu, aku biarkan sepedamu mati karena ada pengemudi mabuk akan menabrakmu
T: Pembuat Pizza mu orangnya sedang sakit, aku tidak mau kau tertular, oleh karena itu aku buat dia salah bekerja.
T: Hp mu aku buat mati karena mereka penipu, tak kubiarkan mereka menipumu.
M: menangis terseduh-seduh tanpa henti menyesali perbuatanku yang tak bersyukur apa yang terjadi, maafkan aku Tuhan.
T: tidak ada yang perlu disesali, belajarlah untuk percaya kepada Ku, karena rencanaku kepada mu jauh lebih baik. Mungkin kau tak tau dimana rezekimu, tetapi rezekimu tahu dimana kau berada, dari lautan yang biru, bumi dan gunung, Aku perintahkan untuk menuju mu. Aku menjamin rezekimu sejak 4 bulan 10 hari kau dalam kandungan ibumu.
Amatlah keliru kalau rezeki hasil bekerja, karena bekerja adalah ibadah, sedangkan rezeki adalah urusannya. Manusia bekerja membanting tulang demi angka simpanan gaji.... yang mungkin esok akan ditinggal pergi, hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka tetapi apa yang telah dinikmati nya. Ihktiar adalah perbuatan sedangkan rezeki adalah kejutan.....! dan jangan lupa setiap hakekat rezeki akan di tanya, " dari mana dan untuk apa ? " karena rezeki adalah hak pakai....
HALALNYA AKAN DI HISAB....... DAN HARAMNYA AKAN DI AZAB...!
makanya jangan iri dengan apa yang orang lain punya( rezekinya) karena kau harus iri dengan takdir matinya, karena mati, jodoh, rezeki sudah kehendaknya. Semoga tulisan ini membatu kita selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, karena dengan bersyukur kita menjadi lebih mengerti apa yang kita butuhkan.
M: Tuhan boleh aku minta sesuatu ?
T : Tentu, silakan mau minta apa?
M: Tapi janji ya, engkau tidak marah?
T : Iya aku janji.
M; Kenapa Engkau biarkan hal buruk menimpa ku hari ini?
T: Apa maksudmu?
M: Aku bangun terlambat.
T; ya, trus.
M: Sepeda ku mogok butuh waktu lama untuk menyalakan mesin nya .
T: Okey, trus
M:Pizza yang aku pesan tidak seperti harapan ku, sehingga aku malas untuk memakan nya.
T: emmmm, trus?
M: Dijalan pulang HP ku tiba-tiba mati, saat aku berbisnis besar.
T: Benar trus.
M; Sudah ya tuhan
T: Biar aku jelaskan, ada malaikat kematian pagi tadi, dan aku mengirimkan malaikat ku untuk berperang melawan nya, agar tidak ada hal buruk terjadi padamu.
T : Ku biarkan kamu tidur disaat itu, aku biarkan sepedamu mati karena ada pengemudi mabuk akan menabrakmu
T: Pembuat Pizza mu orangnya sedang sakit, aku tidak mau kau tertular, oleh karena itu aku buat dia salah bekerja.
T: Hp mu aku buat mati karena mereka penipu, tak kubiarkan mereka menipumu.
M: menangis terseduh-seduh tanpa henti menyesali perbuatanku yang tak bersyukur apa yang terjadi, maafkan aku Tuhan.
T: tidak ada yang perlu disesali, belajarlah untuk percaya kepada Ku, karena rencanaku kepada mu jauh lebih baik. Mungkin kau tak tau dimana rezekimu, tetapi rezekimu tahu dimana kau berada, dari lautan yang biru, bumi dan gunung, Aku perintahkan untuk menuju mu. Aku menjamin rezekimu sejak 4 bulan 10 hari kau dalam kandungan ibumu.
Amatlah keliru kalau rezeki hasil bekerja, karena bekerja adalah ibadah, sedangkan rezeki adalah urusannya. Manusia bekerja membanting tulang demi angka simpanan gaji.... yang mungkin esok akan ditinggal pergi, hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka tetapi apa yang telah dinikmati nya. Ihktiar adalah perbuatan sedangkan rezeki adalah kejutan.....! dan jangan lupa setiap hakekat rezeki akan di tanya, " dari mana dan untuk apa ? " karena rezeki adalah hak pakai....
HALALNYA AKAN DI HISAB....... DAN HARAMNYA AKAN DI AZAB...!
makanya jangan iri dengan apa yang orang lain punya( rezekinya) karena kau harus iri dengan takdir matinya, karena mati, jodoh, rezeki sudah kehendaknya. Semoga tulisan ini membatu kita selalu bersyukur dengan apa yang kita punya, karena dengan bersyukur kita menjadi lebih mengerti apa yang kita butuhkan.
Thursday, April 20, 2017
KEMANDIRIAN DALAM PEMBANGUNAN
Kita sadar bahwa dalam suatu bangsa dibutuhkan kekuatan dalam semua aspek, didalam Negara kuat pasti ada masyarakat yang kuat pula, disini arti dalm “ masyrakat yang kuat “ bukan kekuatan pada otot saja namun kekuatan didalam jiwa mereka. Tanpa sadar kita sebagai Negara yang besar dan mempunyai sumber daya manusia yang sehat dan kuat dengan kekayaan yang melimpah ruah sehingga banyak Negara bilang “ Negaramu seperti berlian”, namu kita sebagai tuan tanah tidak mampu memperdayakan sumber yang ada, yaitu manusia-manusia yang siap mengelolah tanah milik Bangsa. Akan tetapi lagi-lagi masyarakat kita terbentur dengan ilmu, kurangnya manusia yang mumpunin dan bisa mengelolah sumber daya alam yang melimpah ruah ini, akhirnya Negara memanggil orang asing untuk mengelolahnya. Ada pertanyaan besar yang belum bisa aku jawab, pertanyaannya “ apakah masyarakat kita yang tidak mampu ataukah Negara kita kurang peduli?” mohon bagi para pembaca kalau tahu jawabanya, saya silakan menjawab.
Kita tahu bahwa masyarakat kita masih kurang dalam menimbah ilmu. Kalau di banding dengan Negara-negara besar lainnya, mungkin kita masih dibawah mereka, Negara kita sangatlah besar, terdiri dari kepulauan, tidak satu atau dua pulau yang ada di Negara kita, ribuan yang hampir-hampir kita sendiri tidak tahu, kadang-kadang Negara tetangga suka mengklaim bahwa pulau itu milik mereka, ini menunjukan kita masih belum mampu menembus daerah yang terpencil, mereka yang terlupakan juga butuh sentuhan pemerintah, tidak hanya daerah yang mudah dijangkau, justru daerah terpencil mempunyai potensi yang besar, karena mereka hidup sehari-hari dengan kerasnya alam, dengan berbagai tekanan hidup yang mereka alami. Dengan hidup penuh kekurangan, mereka juga berusaha meraih cita-cita, mereka rakyat kecil senantiasa hidup dengan ketidak adilan, mereka tetap memperjuangkan hidup, menyambung hidup, walaupun dengan ilmu seadanya.
Disini saya sebagai penulis mengajak para pembaca untuk senantiasa perduli dengan lingkungan kita. Jangan perna terlena oleh keadaan yang membuat kita jadi orang pemalas, hanya memikirkan perut, tidur, kenikmatan. Mari kita bantu saudara kita yang perlu bantuan, membantu tidak selalu dengan uang atau materi, apa yang kita punya juga bisa berguna bagi mereka yang butuh, kita punya ilmu, ajarin mereka supaya tegar mengahadapi kerasnya hidup, bimbing mereka untuk bisa meraih cita-cita. Karena ilmu menjadi penuntunmu kelak. Sobat yang tercinta, coba kita renungkan apa yang sudah kita dapat, apa yang sudah kita berikan kepada orang-orang yang butuh, setidaknya kita beri mereka senyuman kalau kita benar-benar tidak punya apa-apa.
Negara kita sangatlah besar, besar sekali, lebih besar dari Negara-negara pengimpor tenaga kerja, kita punya segalanya, emas, perak, perunggu, batubara, dll. Kita tidak usah mendatangkan tenaga ahli dari Negara-negara pencetak orang jenius. Kita bisa tangani sendiri, bahkan kita yang menjadi Negara pemgimpor tenaga kerja, kita yang mengontrol mereka, bukan kita yang dikontrol mereka, kita harus bisa menjadi Negara besar, kuat, cerdas. Jangan selalu dibohongi oleh mereka, jangan pernah menjadi yang terendah. Jadilah diri kita sendiri, Negara yang selalu tersenyum, bersahabat, dan perduli sama sesama. Kembali lagi ke masyarakat yang mempunyai ilmu. Semakin tinggi tingkat ilmu yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula tarap hidup seseorang itu, begitu juga dengan kita, kita sebagai bangsa yang besar harus dan bisa menjadi Negara yang sukses dalam bidang dunia dan akhirat.
Dengan ilmu yang kita miliki bisa bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang disana membutuhkan kita. Mari kita ajak orang-orang yang mempunyai ilmu untuk saling berbagi. Mereka yang kurang mampu juga mempunyai hak untuk pintar. Mereka yang hidup serba kekurangan juga punya hak untuk merubah hidup mereka, mereka yang hidup jauh dari keramaian juga punya hak untuk tinggal didaerah yang tertib dan aman. Mungkin tidak bapak atau ibu mereka yang pingin pintar, tapi untuk anak cucu mereka nanti, supaya mereka bisa hidup bahagia. Mari kita bantu mereka untuk mewujudkan impian mereka. Dengan semakin banyak orang-orang yang cerdas( untuk hal-hal yang posotif ) Negara kita akan semakin ditakuti Negara lain. Percayakan pada anak bangsa, karena kita yang lebih tahu keadaan Negara kita bukan mereka yang hanya tahu luarnya saja. Saya berharap dengan adanya cerita keadaan Negara kita, pemerintah semakin memperhatikan rakyat kecil, kususnya dalam bidang belajar-mengajar, karena mereka yang hidup jauh dari perkotaan tidak mampu pergi sekolah, dengan keterbatasan financial menjadi hambatan mereka. Dan semoga yang Maha Kuasa melindungi Negara kita dari kebodohan. Amin.
Wednesday, February 15, 2017
My country was selecting
Today Wednesday, 15-02-2017 Indonesia choose for district leaders. all eyes focus on the media to witness the 2017 election. 7 provinces, 18 cities, 76 districts. especially we focused on the elections in Jakarta, because Jakarta is the capital of Indonesia. because so many problems in jakarta, such as corruption, flooding, garbage, drugs, trafficking in women and children. jakarta want leaders who are intelligent, responsive, helping the weak and enforce the law. jakarta not need promises, there is no evidence, but jakarta want leaders who can overcome the problem of not adding to the problem. whoever become the leaders of Jakarta, don't forget promises that have been given to the people. a good leader is trustworthy and responsible. do not just enrich yourself. never spend public money, do not make friends only with the rich peoples. many people's expectations your work, make us believe in you. do not make us disappointed because we hope in the future more advanced. thank you
Tuesday, February 14, 2017
Dulu engkau begitu indah
1000 tahun lalu Bumi ini mengeluarkan hembusan
nafas yang membuat mahkluk betah tinggal di bumi, udara yang begitu segar dan
sejuk untuk di hirup, engkau munculkan dedaunan yang berwarna-warni menambah
indahnya Bumi. Kicauan suara alam yang beranekaragam, terjangan ombak samudra
nan biru mampu menghidupi peradaban alam. Seakan-akan engkau tak akan pernah
punah di muka bumi. Keindahanmu seakan-akan selalu menghiasi dunia,Bumi jangan
pernah engkau lelah menerima kami. Aku sebagai mahkluk ciptaan sang Kuasa, aku
merasa malu tinggal di alam yang tidak berdosa. Hanya mereka-mereka yang tidak
mempunya rasa berterimakasih kepadamu, Bumi …engkau sudah mengizinkan kami
untuk menempati alam semesta ini, engkau sudah mengasih apa saja yang ada di
alam semesta ini, engkau begitu besar hati, engkau berikan semuanya tanpa batas.
Akan tetapi ….. kami sebagai mahkluk yang berakal yang lupa kalau kita punya
akal, kami lupa kalau kami punya hati, kami lupa kalau kami punya cinta. Semuanya
lenyap, hilang, sirna, pudar tak berbekas lagi di dalam jiwa kami, kami sudah
lupa akan janji-janji kami, bahwa kami sanggup merawatmu, menjagamu,
melindungimu, tapi kami melanggar jani-janji kami sendiri, kami merusak,
membinasahkan, mencemari, menodai, menginjak-nginjak, meludahi dan mencemooh
engkau, engkau tetap menunjukkan kedewasaanmu, engkau tetap sabar,
kadang-kadang engkau memberi peringatan kepada kami, supaya kami tidak terlalu
jauh lupa akan kebesaran sang pencipta, bumi…. Kadang engkau memperingatkan
kami dengan teguran alam semesta marah, engkau muntahkan air, sehingga kami
tenggelam, engkau beri angin puting beliung yang mampu memporak-porandakan
tempat tinggal kami, tanah yang biasa kami injak dan tak pernah marah, engkau
keluarkan tanah yang bisa menimbun tempat tinggal kami, gunung-gunung yang
begitu sedap di pandang mata, engkau keluarkan hawa panas yang kami tak sanggup
menahannya. Ini hanya sebagai pengingat untuk mahkluk seperti kami, engkau
menegur kami, supaya kami ingat di mana kami berada. Terimakasih alam semesta,
yang sudah mau menampung kami di bumi. Kami akan berjanji tidak akan merusak
alam semesta lagi.
Sunday, February 12, 2017
Living like running water

KERAJAAN BESAR YANG LUPA JATI DIRINYA
Aku di lahirkan di tanah yang subur,
di tempat aku di lahirkan di sebuah desa yang begitu indah dan sejuk, aku
terlahir dari sepasang orang tua yang dulu tidak saling kenal, dengan acara
adat mereka saling kenal dan terlahirlah aku. Orang tuaku mengasuhku dengan
kasih sayang dan perhatian yang penuh kepadaku, mereka rela melakukan apapun
demi menyenangkan aku, kami hidup sederhana namun semua kecukupan,
sampai-sampai tetangga dari orang tua pada iri sama keluargaku. Orang bilang
aku berasal dari keluarga serba ada, memang orang tuaku mengabdi pada kerajaan
sudah lama, para petinggi kerajaan suka kinekerja orang tuaku yang amanat. Pernah
ada seorang temen orang tuaku bertamu ke rumah, orangnya kelihatan rapi dan
mentereng. Di irirngi dengan pengawal yang badannya besar-besar, pertama kali
temen orang tuaku berbicang-bincang biasa aja, karena rumahku tidak begitu
besar, jadi pembicaraan mereka begitu jelas, waktu itu ibuku sama saudaraku dan
aku berada di ruangan sebelahan dengan ruang tamu, temen orangtuaku lama
kelamaan berbicara serius, kali ini temen orangtuaku menawarkan pekerjaan besar
dengan imbalan besar pula, dan orang tuaku bertanya sama temennya” pekerjaan
apa yang akan kamu tawarkan ke aku?, temen orangtuaku memjawab: tentu pekerjaan
ini sedikit berbahaya,karena kalau kamu ketahuan oleh pihak kerajaan kamu akan
di tangkap, lalu orang tuaku merenung sejenak dan sedikit bertanya-tanya, “ apa
pekerjaan nya ? Tanya orang tuaku lagi. Temen orang tuaku dengan tersenyum sinis,
tenang sobatku, kau pasti akan senang bila mendapatkan upah nanti, jawab temen
orang tuaku. Ok sekarang jangan berbelit-belit dan bikin aku tambah penasaran,
ayahku berkata, aku dan keluargaku sedikit takut, suasananya membuat ruang yang
kita huni panas. Akhiranya temen ayahku berbicara: begini sobatku, satu minggu
lagi ada pembangunan besar-besaran dari kerajaan, raja kita mau membuat
sekolah- sekolah dan tempat beribadah dan masih banyak rencana- rencana yang
akan raja buat, maksud aku, raja sekarang lagi mencari orang yang bisa
mengelolah dana pembangunan tersebut, kata temen ayahku. Terus apa hubungannya
dengaku? Ayahku bertanya. kita akan maju berdua ke raja, kita akan berbincang-
bincang dengan raja, karena aku tau kamu bisa di percaya, jawab temen ayahku. Terus
ayahku berkata: berarti kamu tidak bisa di percaya, cetus ayahku pada temenya. Ayahku
sudah lama kenal sama temen nya ini, dia kurang bisa di percaya dan suka
bohong. Makanya ayahku meminta temennya untuk memberi waktu berpikir. Aku ingat
ayahku pernah berbicara sama aku, orang-orang yang mengabdi sama raja tidak
semua dapat di percaya, kamu jangan seperti mereka yang tidak bisa di percaya,
kita hanya mengabdi sama raja untuk kerajaan, supaya kerajaan kita bisa makmur
dan kuat, kerajaan kita sangat besar dengan penduduk yang padat, kekayaan
alamnya tidak bisa habis sampai tujuh turunan, belum lagi tanah kerajaan kita
sangat subur, akan tetapi kerajaan kita kualahan dan hampir-hampir tidak bisa
membendung orang- orang yang bermain di belakang raja. Ayahku terus bercerita
soal kerjaan ini. Anaku, ayahku melanjutkan pembicaraannya, kelak kalau kau
sudah dewasa, jadilah diri kamu sendiri, pegang teguh amanat yang di embankan,
lindungi keluargamu dari pendusta- pendusta, dekatkan dirimu pada yang mempunyai
alam semesta, pergaulilah orang-orang di sekitarmu dengan baik, lanyanilah
mereka dengan hati, jangan pernah menerima sepeserpun dari mereka, sumbangkan
tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawamu untuk kerajaan ini. Biar Sang pencipta
tahu apa yang kamu lakukan dalam hidupmu. Sambil meneteskan air mata ayahku
terus bercerita, anakku, ayahmu sudah menguras semuanya demi kerajaan kita,
ayah berjuang merebut kekuasaan dari kerajaan yang menjajah kerajaan kita,
temen-temen kita banyak jadi korban dari penjajah, mereka merampas kebebasan
kita, mereka memberi kerajaan kita kebodohan, banyak penghuni kerajaan yang
berhianat sama raja, karena mereka takut mati. Raja kita sudah empat kali
berganti, karena mereka di siksa oleh penjajah, kami tak pernah menyerah untuk
merebut kembali harga diri kami, kami tidak gentar dengan penjajah, kami hanya
takut dengan ketidak adilan. Waktu berjalan sampai kita tidak terasa malam
tiba. Akhirnya ayahku menyuruhku pergi tidur, kita lanjutkan cerita ayah lain
kali, ayahku berkata. Iya ayah, terimakasih atas ceritanya,aku menjawab. Lalu aku
berjalan ke tempat tidurku, sebelum aku tidur, aku mencoba mengingat- ngingat
pesan ayahku, dan dalam hatiku berkata” aku harus berantas orang-orang yang
berkepala dua”. Kerjaanku besar tapi berhati kerdil, para pembesar hanya suka
membesarkan perut mereka, tanpa menghiraukan sekiling mereka yang masih perlu
makan enak. Mereka membangun istana yang memakan tanah kerajaan, dengan dalih
macam-macam, mereka berani melawan hukum, mereka bilang” hukum di kerajaan ini
hanya untuk di langgar bukan untuk di taati”.
Rakyat jelata sering jadi korban
dari keserakahan mereka. Aku masih ingat ketika ayahku mengajaku ke kerajaan
atas undangan raja, di situ para pejabat berkumpul, dan mejanya di penuhi
makanan-makanan yang super nikmat, minuman-minuman yang macam-macam. Sampai aku
bingung harus makan dan minum yang mana. Dan setelah jamuan makan selesai kami
pindah tempat ke santai di luar, aku di tinggal sama ayahku, di situ aku lihat
sisa makanan yang belum di makan, para pembersih membuangnya, aku berlari
menghampiri salah satu pembersih dan bertanya” paman kenapa kau buang makanan
yang lezat ini? Pembersih berkata” iya aden, kita tidak boleh membawa pulang
atau memakanya. Kenapa tidak memberikan kepada penduduk yang membutuhkan? Tanyaku
lagi. Karena, sang patih tidak memperbolehkan nya” kata pembersih. Apakah ini
sering terjadi paman? Tanyaku. Iya aden, jawab pembersih. Paman pernah membawa
pulang makanan yang belum di makan oleh para pejabat, paman akan kasihkan
kepada tetangga paman yang kurang mampu. Akan tetapi para pengawal
mengetahuinya, akhirnya makanan tadi di mintak, pembersih bercerita. Ok paman
terimakasih, aku berkata, sama-sama aden. Setelah itu aku pergi menghampiri
ayahku, aku lihat di sekiling kerajaan, begitu banyak penjabat kerajaan
berkumpul, mereka mengenakan pakian yang begitu mewah, dan para tamu undangan
dari kerajaan sebelah juga demikian. Mungkin kalau aku menceritakan dalam
tulisanku, tidak cukup satu tahun menulis, karena begitu banyak problematika
kerajaanku, mulai soal bahan makanan, soal kesehatan, pendidikan, tempat
tinggal, kesenian, agama, dan lain-lain. Perlu aku tekankan di tulisanku, aku
perlu kenyataan bukan kata-kata yang menghibur. Terimakasih. Mohon maaf bila
ada tulisan ini menyinggung. Saya berdoa semoga kerajaan ku mendapatkan
pemimpin-peminpin yang amanat, membelah yang lewah, mengutamakan kepentingan
kerajaan.Sunday, February 5, 2017
KOTA 1000 LUBANG
Sepanjang jalan yang kulewati,
sepanjang jalan terkelupas, sepanjang mata memandang hanya bentangan
benjolan-benjolan yang tidak rata. Perjalanan yang kutempuh tidak membutuhkan
waktu 100 tahun lamanya, perjalananku hanya membutuhkan kesabaran dan
kejujuran. Mungkin banyak dari kalian mengira perjalananku membutuhkan bantuan
orang lain. Setiap yang ku lewati tidak perlu memacu kakiku berlari cepat,
tetapi pikiranku menyuruh kakiku untuk melompat atau memilih jalan yang aman. Ketika matahari menemaniku, aku tak kuatir melihat kedepan, karena aku bisa
melihat dengan jelas dan bisa menentukan arah tujuanku. Tetapi kalau matahari sudah
pulang dan temenku rembulan menggantikan nya, maka aku harus extra hati-hati
dengan kakiku. Karena bulan tak bisa memberi sinar yang terang seperti
matahari, pikiranku harus menyuruh mataku untuk lebih hati-hati, di
sekelilingku banyak jalan-jalan terkelupas, aku pernah pulang hanya di temani
hujan rintik-rintik, waktu itu bulan sedang malas muncul.
Aku berjalan
menelusuri jalan yang sering aku lewati, tak terasa aku terkejut ketika kakiku
menginjak jalan yang terkelupas, mungkin aku terlalu cepat berjalan atau
mungkin aku terlalu menikmati jalan malam dengan di temanin rintik-rintik
hujan, untung kakiku tidak keseleo, tapi tak jauh dengan tempat aku menginjak
jalan yang terkelupas kira-kira jarak 300meter, aku kejebak lagi dengan jalan
terkelupas, kali ini lumanyan besar lubang yang aku injak di banding yang pertama,
hampi-hampir aku terjatuh, tapi syukur aku tidak apa-apa. Tetapi ada seseorang
yang terjebak di lubang yang di mana aku terjebak tadi, kali ini orang itu
terjatuh ke bahu jalan, untungnya banyak tangan yang dermawan menolongnya. Sesampai
aku di tempat aku bersandar, aku istirahatkan sejenak pikiranku dan badanku,
mataku memandang kosong ke atap langit-langit teras, dalam hatiku berkata”
Tuhan masih melindungiku”. Aku terus berfikir dan berkata dalam hati” apakah
tidak ada yang perduli dengan jalan yang terkelupas? Apakah harus menunggu
Tuhan menegurmu wahai orang-orang yang
duduk di kursi nikmat? Tolong sejenak kalian keluar dan lihat apa yang terjadi
di kotamu, aku hanya bisa berharap besar kepada Tuhanku supaya membuka hati
mereka untuk memperbaiki jalan yang terkelupas sepanjang Kota. Karena banyak
kaki-kaki yang patah bahkan tubuh-tubuh yang memar karena jalan terkelupas. Kita
tidak ingin tubuh kita terhempas ke langit menatap wajah Tuhan karena jalan
terkelupas. Aku sudah percaya dan bahkan terlalu percaya kepada orang-orang
yang menikmati nikmat, kini saatnya untuk membuktikan kepada orang-orang yang
mencari nikmat. Terimakasih atas waktunya untuk membaca sedikit coretan, mohon
maaf apabila dari tulisan ini ada kata-kata yang menyudutkan salah satu dari
pembaca, memang tujuannya saling mengingatkan, supaya kita jangan terlalu
terlena.Thursday, February 2, 2017
NEGARA TANPA TELINGA, TANPA MATA, TANPA HATI
Aku terkadang heran dengan tempat aku di besarkan, mungkin
dari kalian pernah tau tentang “NEGERI TANPA TELINGA, TANPA MATA, DAN TANPA
HATI”. Aku sendiri juga ngak begitu mengerti maksud dari tulisan itu. Setela
aku pikir, renungkan plus aku Tanya pada sang penguasa, aku sedikit mengerti
arti tulisan itu. Inti dari tulisan itu menceritakan suatu Negara besar dengan
penduduk super cerdas, jenius, kerja keras, setiap hari mereka kerja, kerja,
kerja tanpa henti, dengan begitu Negara ini begitu besar dan kuat. Karena
rakyatnya yang rajin kerja, begitu pesat Negara ini berkembang, sampai-sampai
Negara ini mendatangkan pekerja dari Negara lain, rakyatnya banyak yang sudah
makmur dan success. Dengan kesuccessan yang mereka dapat, mereka lupa apa yang
mereka kerjakan. Mereka terlalu terlenah dengan kemakmuran dan kemewahan, tanpa
perduli dengan sekelilingnya, tanpa sadar tetangga mereka minta bantuan, tetapi
apa yang mereka dapat hanya tertawaan. Mereka punya telinga tetapi tak pernah
di gunakan untuk mendengar rintihan orang lain. Mereka terlalu asik dengan
mainan mereka,mereka terlena dengan benda-benda berkaki empat, mereka terlalu
menikmati bidadari-bidadari di samping mereka , bangunan yang koko menjaga
mereka dari malaikat sang pencabut nyawa, mereka tak pernah mendengar jeritan,
tangisan, keluhan dari Negara tetangga, Negara ini tanpa mata, mereka yang
membutuhkan uluran tangan, mereka yang membutuhkan sentuhan tangan-tangan
perkasa, mereka yang membutuhkan bimbingan moral, dan masih banyak lagi yang di
butuhkan mereka yang jauh di sana. Tetapi Negara ini tak perduli dengan apa
yang terjadi di sekeliling mereka, Negara ini hidup seperti tanpa mata, biar
ada ketidak adilan, kerusakan, kecurangan, tangisan. Negara ini seolah tak
pernah melihat apa yang terjadi, cuek, egois, itu yang terselip di pandangan
mereka.
Negara ini hidup tanpa hati, hati Negara ini tertutup buat mereka yang
selalu merengek-rengek mintak sokongan atau menghamba-hamba. Kesombongan sudah
memutuskan cinta Negara ini, kemewahan melupakan Negara ini kepada mereka yang
membutuhkan tangan-tangan kuat. Wahai Negara yang di bergelimang kemewahan,
ingatlah akan ada seseorang yang akan meluruskan kalian, kalian butuh seseorang
yang kuat dengan godaan, kemewahan , dan bidadari-bidadari dunia. Hai Negara yang
pelupa, Negara yang tak mempunya mata , tak mempunyai telinga, tak mempunya
hati. Kalian tidak selamanya hidup serba ada, serba kecukupan, serba waaaaahhh.
Hari pasti berganti, bulan pasti berganti, tahun juga demikian, ada malam ada
siang, ada kuat ada lemah. Kalian boleh berangan-angan hidup 1000 tahun lagi. Kalian
boleh berfikiran tidak ada kehidupan kekal selain dunia yang semu ini. Ingatlah
…! Di atas langit ada langit. Kembalilah … sebelum Negara ini berubah keruh. Karena
matahari menyembulkan wajahnya dari timur, bulan masih mau membagi sinarnya
kepada kalian semua. Dunia ini masih mau menerima kalian untuk kalian tempati,
sebelum dunia mengusir kalian dari dunia ini. Karena kalian hanya di titipin
untuk menjaga dan merawat dunia yang tanpa dosa ini. Cukup sekian tulisan ini,
apabila ada tulisan yang menyinggung pembaca, memang sang penulis bertujuan
untuk saling mengingatkan hal kebaikan, menuju ke jalan yang benar. Terimakasih
dan mohon maaf.
Sunday, January 29, 2017
AKU LUPA DENGAN NYA
Setiap hari aku bangun di temani hangatnya mentari yang
selalu tersenyum manis menyambut cerahnya harapan yang segera datang
menghampiriku. Terkadang aku tak sadar betapa besarnya nikmat yang aku dapat.
Aku tak pernah sadar, kalau aku hanya titipan dari sang pencipta. Aku tak
sadar , berapa rasa syukurku yang aku ucapkan, berapa rasa cintaku pada sang
penciptaku. Aku di sibukan oleh aktivitas yang bener-bener menghilangkan
ingatanku akan kebesaran sang pencipta. Aku hanya asik dengan mainan-mainan yang
di buat manusia, aku kalah dengan keinginan yang tak bisa aku bendung. Aku di
butakan dengan keindahan-keindahan semu. Badan ini terasa berat menyebut
nama-nama sang pencipta, mulut ini hanya ingin aku gunakan untuk hal-hal yang
kurang bermanfaat, nongkrong berjam-jam, ngobrol tak ada ujungnya, walau waktu
berjalan berganti-ganti,tetapi aku asik dengan obrolan-obrolanku. Mataku sering
aku buat melihat hal-hal yang di mana aku bisa batasi. Tetapi aku tak mampu
menghalang-halangi napsu yang begitu besar sebagai penjaga mataku, pemandangan
yang selanyaknya tak aku lihat, aku memaksa untuk melihatnya, ini kenikmatan
sementara yang aku rasakan,tapi aku ulangi berulang-ulang seperti waktu tidak bisa habis. Telingaku
sering aku buat mendengarkan berita-berita yang membuatku terus ingin
mendengar, tak pantas rasanya telingaku mendengar berita yang masuk ke
telingaku,
begitu rusuh omongan-omongan mereka. Kakiku hanya mau berjalan ke
tempat ramai dan mengasikkan, pernah aku paksa kakiku menuju jalan yang di mana
orang-orang alim jalani. Tapi apa daya kakiku tetap tak mau melangka,
tangan-tangan ini hanya bersedia untuk memegang barang-barang yang tak layak
aku pegang,tetapi barang –barang ini sungguh membuat tak ada pilihan lagi
kecuali memegangnya. Badan ini terlalu lemah untuk melawan nafsu, tubuh ini tak
kuasa melawan ajakan mereka. Mulutku tak mampu mengucapkan nama-nama
kebesarNYA. Aku seperti hidup dalam bayang-bayang semu, tubuh ini ku paksa
untuk mencari kesenangan tidak abadi. Dunia telah memanjakanku dengan kehidupan
serba ada , gampang aku raih. Tapi aku lupa semua itu tidak abadi. Aku coba
untuk bercermin dengan kaca batinku, mulutku berkata “ apa aku pantas
meninggalkan sang pencipta? Apa aku pantas menginjak bumi ini, sedangkan bumi
ini milikNYA.aku berusaha perang dengan rasa yang tak pernah aku terima di
dalam tubuh ini. Takut untuk kembali ke tanah selalu menghantui pikiranku. Bayang-bayang
amarah sang pencipta tak bisa aku
hindari. Apakah tubuh ini kuat menahan amarahNYA? Pikiranku bertanya pada
mulut, mata, telinga, tangan, kaki, batinku, tetapi semuanya terdiam, membisu,
tak bersuara, tak bergerak dari tempat mereka. Tubuhku lemas tak berdaya
bagaikan kain yang kena air, tak bertenaga, layu, hampa, menyesal. Tubuh ini
selalu bertanya” apakah kita tidak bisa berubah? Kita ingin perubahan, aku capek
dengan keindahan semu, aku capek dengan harapan-harapan palsu, aku capek dengan
janji-janji yang tak pernah datang. Aku pingin kehidupan nyata, semua benar
tidak bohong dan janji-janji palsu,harapan-harapan kosong. Adakah seberkah harapan
dan jalan menuju kesempurnaan dan
keabadian?, kita harus mencari dan terus mencari, jangan pernah berkata” aku
kalah” yakinlah sang pencipta ada didekat tubuh yang bersih. Terimakasih atas
kempatan waktu anda dalam membaca tulisan ini, apabila ada tulisan-tulisan yang
tidak cocok, mohon sudi kiranya di maafkan, semoga tulisan ini bermanfaat,
amin3.
Sunday, January 22, 2017
How to know yourself

Have the correct pattern and conscientious, our mindset must clear as in side our heart. identify yourself, be confindent. How To Become Confident

Sunday, January 15, 2017
WE ARE BIG FAMILY FACULTY OF ENGLISH EDUCATION

We had been since first semester, spent time together, with sad ,emotion, happy, laugh, jokes, tease and argument. But everything we can solve the problem without any troble. I still remembered when I followed Oscar program, we do know one another, after separated by committee of oscar, we knew each another, that time we still embarrassed, still selfish. Then after oscar program had finished, so we tryed to acquaintance ourselve. Day by day, month by month, we do not feel time run very fast, now we will at second semester, actually, I am not willing to leave you guys. I wanna always together, talk about our life, or our future. Guys time is running very fast, do not spend your time without do nothing, we should share our experience, keep our friends fell comfortable, and keep our class clean as castle, do not ever make your friend leave you alone. I am nothing without you my friend. You are make me self confidence, and charmed, I fortunated had friend as you guys, funny, amusing but still smart and serious. I got many knowledge from my lovely faculty of education english. Because of you my friend, my live mean something, i feel deffirent when I spend time with you and together. Please do not ever hurt your friend, let keep our friend comfort with us, if you guys have a problem, please solve the problem without troble. I hope we can always be together, with smile and happy. Hidup PBI and hidup FBS.
Thursday, January 12, 2017
Bapak seorang pahlawan
![]() |
Add caption |
Bapak adalah seorang yang aku kenal sejak kecil. Setelah aku
terlahir ke dunia, aku hanya bisa mendengar suara di sekitarku dan merasakan
sentuhan lembut dari si penjagaku. Aku hanya bisa menangis mintak di sentuh dan
mintak ibuku menyusui aku. Aku bagaikan raja pada waktu itu, aku tak
menghiraukan apa yang terjadi di sekitarku, aku tak peduli walau sang penjagaku
sudah lesuh dan tak berdaya, tapi memaksa mereka untuk menjagaku. Dua bulan
sudah aku beranjak, aku mulai bisa menatap remang-remang orang –orang di sekelilingku. Walau masih
belum jelas namun tubuh ini semakin bisa merasakan sentuhan orang-orang yang
menjagaku, terkadang lembut, terkadang kasar waktu menyetuhku. Tapi itu semua
tak kuhiraukan sampai aku benar-benar bisa melihat, waktu itu sosok perkasa
mengajakku bermain, wajahnya yang dulu hanya bisa aku rasakan sentuhannya,
sekarang aku bisa melihat dengan mata indraku sendiri, yang dulu aku hanya bisa
mendengar suaranya dan membuat aku bertanya-tanya, suara siapa ini? Kini aku
bisa mengenalinya. Tatapanya begitu tajam dan tangannya begitu kekar wajahnya
garang tapi bermakna. Dia selalu memberiku mainan, walau aku tidak begitu
mengerti , apa dan untuk apa mainan itu. Dia juga yang membersihkan kotoran
yang menempel di badanku tanpa jijik, tanpa menghiraukan kedaan siang atau
malam, walau dia seharian menafkahi keluargaku, tetepi sosok bapak masih
mengutamakan keluarga. Setelah aku beranjak dewasa, sosok bapak masih sabar
menemaniku, menjagaku, merawatku, mendidikku, supaya jadi manusia tangguh. Bapak
membantuku menjadi seorang yang perkasa, siap menghadapi tantangan, kau berikan
kasih sayangmu secara tulus tampa pamrih, kau peras keringatmu agar keluargamu
bisa tetap menatap indahnya dunia, kau tidak malu walau sekelilingmu bicara
seperti gelegarnya halilintar, kau tetap
semangat menerjang badai di hadapanmu,
debu yang menempel di tubuhmu tak pernah hilang walau air hujan mengguyur. Bapak
kaulah pahlawanku, kaulah pahlawan keluarga, kau satukan kami dengan
semangatmu, cintamu tak pernah pudar, walaupun badanmu di telan bumi. Bapak tidak
terasa sudah kau meninggalkan aku, waktu berjalan dengan cepat, 12 tahun begitu
cepat pergi, tapi semangatmu masih aku rasakan, sentuhanmu masih terasa di
dekapku. Bapak bibir ini selalu
melawatkan doa-doa buat mu. Bapak, tidur yang nyenyak di tempat yang indahmu,
aku akan menjaga keluarga kita, selalu ingat pesan-pesanmu. Bapak , hidup ini
singkat dan kita semua akan seperti yang kau alami. Surga menantimu. Jangan takut
soal kami, aku aku akan meneruskan cita-citamu. Rasakan di hatimu secebis
kasihku yang kian merinduimu biar kau tiada di mataku tapi kau bersama penciptaku
juga penciptamu yang menjanjikan pertemuan mu dengan ku di surga milik Yang
satu.
Subscribe to:
Posts (Atom)